WahanaNews-Babel | Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada pukul 17.07 WIB, Jumat (4/2). Erupsi ini terjadi hanya beberapa menit sebelum terjadinya gempa di Banten.
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan kolom abu setinggi ± 1000 meter di atas puncak.
Baca Juga:
Peta Gempa 2024 Ungkap 14 Zona Megathrust Baru, Ancaman Makin Terukur
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 169 detik,” tulis laman esdm.go.id, Jumat (4/2).
Sementara, gempa Banten berkekuatan magnitudo 5,5 terjadi Jumat (4/2) sekira pukul 17.10 Wib. Getaran gempa terasa hingga wilayah Jakarta, Tangerang dan Bogor.
Menurut infoBMKG Gempa Banten yang terjadi di kedalaman 10 km tidak berpotensi tsunami.
Baca Juga:
Buleleng Diguncang 9 Kali Gempa, BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Aktif
Meski demikian, getaran yang terasa hingga ibu kota cukup mengejutkan sebagian warga.
"Gempaaa, terasa banget kenceng," kata Wisnu, seorang warga Tangerang Selatan.
Senada, Eriza, yang merupakan warga Bogor turut merasakan kencangnya getaran Gempa Banten.
"Di Bogor berasa juga gempanya. Warga pada keluar rumah nih," katanya.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui dampak dari Gempa Banten Magnitudo 5,5 tersebut. [dny]