WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif rencana evaluasi menyeluruh terhadap Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang di Kabupaten Belitung.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “Evaluasi ini harus menjadi titik balik agar KEK Tanjung Kelayang mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat Belitung.”
Baca Juga:
Pengembangan KEK Samota Perlu Dipercepat, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Menurut Tohom, evaluasi setelah hampir 10 tahun beroperasi merupakan langkah wajar untuk melihat kembali efektivitas konsep pengembangan kawasan.
Ia menilai desain awal KEK perlu disesuaikan dengan perubahan ekonomi global, tren pariwisata, serta kebutuhan investor saat ini.
“Konsep yang disusun 10 tahun lalu tentu harus diperbarui agar tetap relevan, kompetitif, dan mampu menjawab perkembangan pasar,” ujar Tohom.
Baca Juga:
KEK Industropolis Batang Bangun Industri Hijau, MARTABAT Prabowo-Gibran: Fondasi Indonesia Jadi Magnet Investasi Dunia
Ia menyebut KEK Tanjung Kelayang memiliki modal besar berupa keindahan alam, posisi geografis, dan kekuatan sektor pariwisata.
Namun, potensi tersebut harus didukung oleh konektivitas, kepastian investasi, infrastruktur, serta promosi yang lebih terarah.
Menurutnya, pembangunan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan hotel, resor, dan fasilitas wisata.
KEK juga harus terhubung dengan usaha mikro, ekonomi kreatif, produk lokal, transportasi, serta rantai pasok masyarakat Belitung.
“Pertumbuhan kawasan harus menciptakan perputaran ekonomi di luar pagar KEK dan tidak berhenti pada kepentingan investor besar,” katanya.
Tohom menilai pemerintah daerah perlu dilibatkan secara aktif meskipun tidak memegang kewenangan langsung dalam pengelolaan operasional KEK.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja, pelayanan perizinan, infrastruktur pendukung, serta hubungan dengan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha dinilai menjadi syarat utama percepatan investasi.
Ia juga mendorong agar hasil evaluasi menghasilkan target pembangunan yang terukur dan memiliki batas waktu yang jelas.
“Evaluasi jangan hanya berhenti pada rapat dan dokumen, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang dapat dinilai masyarakat,” tutur Tohom.
Menurutnya, indikator keberhasilan KEK harus dilihat dari jumlah investasi, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan usaha lokal, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan KEK harus terhubung dengan perencanaan wilayah Belitung secara menyeluruh.
Ia menilai kawasan wisata tidak dapat berkembang optimal apabila akses jalan, pelabuhan, bandara, air bersih, listrik, dan layanan publik belum disiapkan secara terpadu.
“KEK harus menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan kawasan di sekitarnya, bukan menjadi wilayah ekonomi yang berdiri sendiri,” katanya.
Tohom juga melihat perlunya strategi untuk menarik investor yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan pembangunan Belitung.
Investor yang masuk diharapkan membawa modal, teknologi, jaringan pasar, serta komitmen terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Ia menilai pengembangan pariwisata berkelanjutan dapat menjadi salah satu daya tarik utama KEK Tanjung Kelayang.
Konsep tersebut perlu menggabungkan perlindungan lingkungan, budaya lokal, kualitas pelayanan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Belitung tidak boleh kehilangan identitasnya demi mengejar investasi, karena kekuatan utama daerah ini justru berada pada alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya,” ujar Tohom.
Ia mendukung sikap Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat yang memilih mencari solusi daripada memperdebatkan kesalahan masa lalu.
Menurutnya, orientasi tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan percepatan pembangunan dan pembukaan lapangan kerja.
MARTABAT Prabowo-Gibran berharap evaluasi KEK Tanjung Kelayang dapat memperkuat kepercayaan investor dan mempercepat realisasi proyek yang selama ini tertunda.
“Keberhasilan KEK pada akhirnya harus terlihat dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat Belitung dan semakin kuatnya perekonomian daerah,” pungkas Tohom.
[Redaktur: Sandy]