WahanaNews-Babel | Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut, Orde Baru di bawah rezim Soeharto menghapus sejarah soal Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno pahlawan bangsa Islam.
Hal itu ia sampaikan saat mengenang peran Sukarno dalam memerdekakan bangsa-bangsa Asia Pasifik.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
Hasto berkata, Bung Karno membantu banyak negara Islam di Asia-Afrika dalam perumusan kemerdekaan.
Namun, catatan sejarah itu dihapus oleh pemerintahan Presiden Soeharto.
"Kerena itu Bung Karno disebut sebagai pahlawan pembebas bangsa Islam yang selama Orde Baru digelapkan itu sejarah yang benar," kata Hasto dalam webinar yang dihelat The Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Senin (1/11/2021).
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Hasto bercerita, Sukarno pernah menyewa rumah di daerah Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu pascakemerdekaan.
Rumah itu digunakan untuk perumusan kemerdekaan Aljazair, Afganistan, Maroko, dan Tunisia.
Tak hanya soal penghapusan sejarah, Hasto juga menyinggung soal pemerintahan otoriter Orde Baru.