WahanaNews-Babel | Terdapat beragam sumber adiksi pada teknologi digital, mulai dari media sosial hingga belanja daring.
Ilmuwan mulai dapat mengungkap akar persoalan kondisi kecanduan di era digital untuk dapat mengatasinya.
Baca Juga:
Satpol PP Sumedang Soroti Dugaan Akal-akalan Izin Minimarket di Tengah Moratorium
Bahkan menemukan prospek untuk merekayasa mekanisme candu supaya dapat diarahkan pada aktivitas positif.
Candu yang dihadirkan teknologi digital didefinisikan oleh Adam Alter dalam bukunya, Irresistible: the rise of addictive technology and the business of keeping us hooked (2017), sebagai ketergantungan yang merugikan diri dan terasa sulit untuk hidup tanpa melakukannya.
Melihat maknanya, istilah candu masih identik dengan ketergantungan.
Baca Juga:
Jazuli Sebut Proporsional Terbuka Perkuat Kedaulatan Rakyat dan Demokrasi Indonesia
Definisi ini serupa dengan makna yang sudah dikenal masyarakat.
Bedanya, di era teknologi digital, ketergantungan yang dimaksud mengarah kepada peralatan dan sistem teknologi yang digunakan.
Sebelum zaman digital, ragam candu lebih mudah dikenali, di antaranya rokok, minuman keras, dan narkotika.