KEK juga harus terhubung dengan usaha mikro, ekonomi kreatif, produk lokal, transportasi, serta rantai pasok masyarakat Belitung.
“Pertumbuhan kawasan harus menciptakan perputaran ekonomi di luar pagar KEK dan tidak berhenti pada kepentingan investor besar,” katanya.
Baca Juga:
Pengembangan KEK Samota Perlu Dipercepat, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Tohom menilai pemerintah daerah perlu dilibatkan secara aktif meskipun tidak memegang kewenangan langsung dalam pengelolaan operasional KEK.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja, pelayanan perizinan, infrastruktur pendukung, serta hubungan dengan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha dinilai menjadi syarat utama percepatan investasi.
Baca Juga:
KEK Industropolis Batang Bangun Industri Hijau, MARTABAT Prabowo-Gibran: Fondasi Indonesia Jadi Magnet Investasi Dunia
Ia juga mendorong agar hasil evaluasi menghasilkan target pembangunan yang terukur dan memiliki batas waktu yang jelas.
“Evaluasi jangan hanya berhenti pada rapat dan dokumen, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang dapat dinilai masyarakat,” tutur Tohom.
Menurutnya, indikator keberhasilan KEK harus dilihat dari jumlah investasi, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan usaha lokal, dan peningkatan pendapatan masyarakat.