Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pengembangan KEK harus terhubung dengan perencanaan wilayah Belitung secara menyeluruh.
Ia menilai kawasan wisata tidak dapat berkembang optimal apabila akses jalan, pelabuhan, bandara, air bersih, listrik, dan layanan publik belum disiapkan secara terpadu.
Baca Juga:
Pengembangan KEK Samota Perlu Dipercepat, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
“KEK harus menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan kawasan di sekitarnya, bukan menjadi wilayah ekonomi yang berdiri sendiri,” katanya.
Tohom juga melihat perlunya strategi untuk menarik investor yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan pembangunan Belitung.
Investor yang masuk diharapkan membawa modal, teknologi, jaringan pasar, serta komitmen terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Baca Juga:
KEK Industropolis Batang Bangun Industri Hijau, MARTABAT Prabowo-Gibran: Fondasi Indonesia Jadi Magnet Investasi Dunia
Ia menilai pengembangan pariwisata berkelanjutan dapat menjadi salah satu daya tarik utama KEK Tanjung Kelayang.
Konsep tersebut perlu menggabungkan perlindungan lingkungan, budaya lokal, kualitas pelayanan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Belitung tidak boleh kehilangan identitasnya demi mengejar investasi, karena kekuatan utama daerah ini justru berada pada alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya,” ujar Tohom.