WahanaNews-Babel | Gunung Semeru di Jawa Timur pada 4 Desember 2021 mengalami erupsi sekitar pukul 15.00 WIB.
Erupsi gunung ini disertai guguran lava dan awan panas yang merusak rumah-rumah warga dan lingkungan sekitarnya.
Baca Juga:
29 Mahasiswa UGM Resmi Disambut Gubernur, Jalankan KKN-PPM di Raja Ampat Usung Tema Blue Governance
Menurut peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), meletusnya Gunung Semeru memiliki dua tipe di antaranya:
Vulkanian
Baca Juga:
PAMA, UGM, dan Otorita IKN Hijaukan Nusantara Lewat Penanaman Pohon di Eco-Edu Forest
Peneliti Gunung Api atau Volcano Hazard Universitas Gadjah Mada (UGM), Herlan Darmawan, menjelaskan bahwa Semeru merupakan gunung api stratovulcano yang juga menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan ketinggian mencapai 3676 meter.
Dalam catatan sejarah, Semeru sudah meletus sejak 1818 sampai 2021.
“Letusan Gunung Semeru umumnya letusan abu bertipe vulkanian dan strombolian,” ujar Herlan, seperti dikutip pada Selasa (7/12/2021).