WahanaNews-Babel | Gunung Semeru di Jawa Timur pada 4 Desember 2021 mengalami erupsi sekitar pukul 15.00 WIB.
Erupsi gunung ini disertai guguran lava dan awan panas yang merusak rumah-rumah warga dan lingkungan sekitarnya.
Baca Juga:
Direktur PLN Suroso Isnandar Terpilih Jadi Anggota MWA UGM Periode 2026–2031
Menurut peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), meletusnya Gunung Semeru memiliki dua tipe di antaranya:
Vulkanian
Baca Juga:
Perkuat Sinergi Energi dan Kampus Masa Depan, Direktur PLN Suroso Isnandar Terpilih Jadi Anggota MWA UGM Periode 2026–2031
Peneliti Gunung Api atau Volcano Hazard Universitas Gadjah Mada (UGM), Herlan Darmawan, menjelaskan bahwa Semeru merupakan gunung api stratovulcano yang juga menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan ketinggian mencapai 3676 meter.
Dalam catatan sejarah, Semeru sudah meletus sejak 1818 sampai 2021.
“Letusan Gunung Semeru umumnya letusan abu bertipe vulkanian dan strombolian,” ujar Herlan, seperti dikutip pada Selasa (7/12/2021).