"Masih kita imbau suruh cek semua bersama-sama. Tetap sembari lakukan pengecekan dan pengawasan, jangan sampai di kalangan penjual itu terjadi kenaikan harga. Padahal dari distributor normal saja," jelasnya.
Pihaknya pun akan menindak tegas apabila ditemukan pedagang yang nakal menjual barang kebutuhan pokok mengakibatkan gejolak harga sembako di masyarakat.
Baca Juga:
Prabowo: Harga Saham Boleh Naik Turun, yang Penting Pangan Aman
"Ini dibutuhkan masyarakat, kalau ada bergejolak pasti kita tindak, kita cari. Tindak. Jangan sudah pemerintah ditetapkan, stok ada masih dimainkan untuk menimbun atau menaikan harga. Termasuk Minyakita stoknya banyak dan distributor bilang cukup. Kalau kurang bisa datangkan lagi," ujarnya.
Ia juga meminta semua jajarannya untuk mengawasi harga sembako di Bangka Belitung ini.
"Kita sudah ke pasar dan giliran kita cek lagi distributor besar ini ternyata barang sembako masih siap. Tidak ada kendala. Siap sampai lebaran bahkan selesai Idulfitri," tegasnya.
Baca Juga:
Kampanye Ramadhan YPSSI 2025: Maxim Santuni Anak Yatim Piatu Dengan Sembako Di Panti Asuhan Mizan Amanah Jakarta
Sementara, Kepala Disperindag Babel, Tarmin AB mengatakan, seharusnya Minyakita dijual oleh pedagang sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Oleh sebab itu, pihak Polda dan Tim Satgas Pangan Babel telah menelusuri langsung ke sejumlah gedung distributor besar di Pangkalpinang.
"Masyarakat harus menjual Minyakita Rp14.000/liter. Ya artinya, kalau kita Disperindag Babel hanya mengimbau kalau polisi menindak lanjuti sesuai peraturan berlaku," kata Tarmin.