Penolakan itu, kata Agus, sebagai upaya mempertahankan jati diri bangsa.
Dalam kongres di tingkat Asean tidak hanya standarisasi yang dipersoalkan Agus.
Baca Juga:
Kementerian HAM Bentuk 200 Desa Sadar HAM pada 2026
Ia juga mengubah usulan nama perkumpulan dari Asean Top Spining Association (ATSA) menjadi Asean Gasing Association (AGA).
"Mereka sampai bilang usulan nama dari saya sudak dipakai dan standarisasi mereka juga minta segera disepakati," kenang bapak empat anak itu.
Baca Juga:
Digerebek di Rumah, Pria di Belinyu Dicokok BNN dengan Ratusan Gram Sabu
Ikut Pameran di Berbagai Negara
Meskipun deadlock terjadi, Agus tetap giat melestarikan permainan gasing.
Di rumahnya ada bengkel khusus untuk pembuatan gasing.