Penolakan itu, kata Agus, sebagai upaya mempertahankan jati diri bangsa.
Dalam kongres di tingkat Asean tidak hanya standarisasi yang dipersoalkan Agus.
Baca Juga:
Guru Besar IPB Dipolisikan Buntut Hitung Kerugian Rp271 Triliun, Kejagung Angkat Suara
Ia juga mengubah usulan nama perkumpulan dari Asean Top Spining Association (ATSA) menjadi Asean Gasing Association (AGA).
"Mereka sampai bilang usulan nama dari saya sudak dipakai dan standarisasi mereka juga minta segera disepakati," kenang bapak empat anak itu.
Baca Juga:
Vonis Korupsi Timah: Keadilan Terusik, Masa Depan Terancam
Ikut Pameran di Berbagai Negara
Meskipun deadlock terjadi, Agus tetap giat melestarikan permainan gasing.
Di rumahnya ada bengkel khusus untuk pembuatan gasing.